Konsultasi Buka: 07.00 - 21.00 WIB
WA Admin
Deep Boring Mesin & SPT25 Oktober 2026•8 menit baca

Cara Membaca Lembar Boring Log Geoteknik: Stratigrafi Lapisan, Simbol, dan Nilai N-SPT

BA
Ir. Baskoro Adiwijaya, S.T., M.Eng., IPM.
Spesialisasi: Fondasi Gedung Bertingkat & Mitigasi Stabilitas Tanah • Principal Geotechnical Engineer
Rangkuman Eksekutif

Lembar boring log adalah dokumen resmi hasil pengeboran inti yang menjadi rujukan perancangan fondasi. Pelajari cara membaca dan mengekstrak data penting tanpa keliru.

Struktur Standar Format Lembar Boring Log Sesuai Praktik Rekayasa

Boring Log (Borehole Drilling Log) adalah rekaman visual dan kuantitatif dari seluruh kondisi lapisan tanah yang ditembus selama operasi pemboran berlangsung. Format standar yang diakui Dinas PUPR, TABG, dan konsultan internasional umumnya memuat kolom-kolom utama berikut:

  1. 1 Informasi Kepala Proyek (Header): Nama proyek, lokasi geografis, koordinat GPS (Lintang & Bujur), elevasi titik acuan benchmark muka tanah (Ground Elevation / BM), nomor identifikasi lubang (misal: BH-01), tipe mesin bor yang digunakan, nama operator kepala, dan nama Insinyur Geoteknik penanggung jawab.
  2. 2 Kolom Kedalaman dan Elevasi: Menampilkan skala metrik kedalaman dari muka tanah asli (0.00 m) hingga dasar terdalam, serta elevasi absolut terhadap permukaan laut (Mean Sea Level / MSL).
  3. 3 Kolom Grafis Litologi (Soil Column): Pola arsir grafis (hatching pattern) yang merepresentasikan jenis tanah dan batuan secara visual.
  4. 4 Kolom Deskripsi Tanah Visual-Manual: Penjelasan deskriptif lengkap meliputi warna tanah, konsistensi, plastisitas, kadar air visual, dan komponen butir sekunder sesuai ASTM D2488.
  5. 5 Kolom Pengujian Lapangan N-SPT: Memuat rincian pukulan N1, N2, N3, dan nilai akhir N-SPT per interval kedalaman.
  6. 6 Kolom Pengambilan Sampel (Sampling): Menandai posisi kedalaman tabung UDS (Shelby tube), sampel SPT (split spoon), atau coring batuan.

Simbol Hatching Litologi Tanah Sesuai Klasifikasi USCS

Setiap jenis tanah memiliki simbol grafis internasional berbasis Unified Soil Classification System (USCS):

  • › Lempung Anorganik (CL / CH): Digambarkan dengan garis-garis sejajar rapat bersudut 45 derajat (hatching lempung tipis atau tebal).
  • › Lanau Anorganik (ML / MH): Digambarkan dengan garis putus-putus berselang-seling horizontal atau garis bergelombang halus.
  • › Pasir Bergradasi Baik atau Buruk (SW / SP): Digambarkan dengan titik-titik bintik kecil merata di seluruh penampang kolom.
  • › Kerikil / Gravel (GW / GP): Digambarkan dengan lingkaran-lingkaran bulat oval berbagai ukuran menyerupai batu koral.
  • › Tanah Gambut (Pt - Peat): Digambarkan dengan garis horizontal bergelombang rapat berselingan serat-serat organik.

Tabel Simbol Tanah Umum dalam Boring Log dan Karakteristik Fisiknya

Kode Simbol USCSDeskripsi Kelompok TanahSimbol Grafis Boring LogKarakteristik Fisik Utama di Lapangan
CHFat Clay (Lempung Anorganik Plastisitas Tinggi)Garis diagonal tebal rapatSangat lengket saat basah, mengkilap bila dipotong pisau, retak parah saat kering
CLLean Clay (Lempung Anorganik Plastisitas Rendah-Sedang)Garis diagonal tipisCukup kohesif, dapat digulung hingga diameter 3 mm tanpa putus
MLLanau Anorganik (Inorganic Silt)Garis putus-putus mendatarMudah hancur saat kering, memiliki sifat dilatansi saat diguncang di telapak tangan
SPPoorly Graded Sand (Pasir Lepas Seragam)Bintik-bintik titik lepasNon-kohesif, mudah lolos di sela jemari, permeabilitas air tinggi
SCClayey Sand (Pasir Lempungan)Bintik titik bercampur garis diagonalPasir dengan matriks pengikat lempung, memiliki kekuatan kohesi sedang
RockBatuan Masif (Andesit, Batugamping, Basalt)Pola susunan batu bata berselangKeras, membutuhkan coring intan, nilai RQD dicatat khusus

Pencatatan Muka Air Tanah (GWT) dan Kedalaman Casing

Pada kolom boring log, informasi air tanah ditandai dengan simbol segitiga terbalik dengan garis horizontal di bawahnya (∇):

  • › First Encountered Water: Kedalaman di mana rembesan air pertama kali terdeteksi saat pemboran berlangsung.
  • › Stabilized Water Level (GWT Sejati): Elevasi air tanah yang diukur minimal 24 jam setelah proses pengeboran selesai dan lumpur telah mengendap sempurna. Angka inilah yang wajib digunakan oleh perencana struktur untuk menghitung gaya angkat ke atas (uplift pressure) pada pelat lantai basement dan dinding penahan tanah.

Tips Konsultan Struktur Mengekstrak Parameter Desain dari Lembar Boring Log

  1. 1 Identifikasi Kedalaman Lapisan Pendukung (Hard Layer): Cari kedalaman di mana nilai N-SPT secara konsisten bernilai di atas 30 pukulan (untuk bored pile) atau di atas 50 pukulan (untuk end bearing tiang pancang).
  2. 2 Periksa Keberadaan Lapisan Lemah di Bawah Tanah Keras: Waspadai jika menemukan nilai N-SPT = 35 di kedalaman 12 meter, namun di kedalaman 16 meter nilai N-SPT turun menjadi 8. Perencana tidak boleh menghentikan tiang di kedalaman 12 meter karena tiang dapat jebol menembus lapisan lunak di bawahnya (punching shear failure).
  3. 3 Hubungkan dengan Hasil Uji Lab: Jangan hanya mengandalkan nilai N-SPT; periksa apakah ada lampiran pengujian Triaxial atau UCT pada kedalaman pengambilan sampel UDS yang bersangkutan.

Kepatuhan Standar Teknis & Legalitas PBG

Seluruh prosedur pengujian yang diulas pada artikel ini mengacu pada SNI 2827:2008 (Uji Penetrasi Konus Statis), ASTM D1586 (Standard Penetration Test), dan SNI 8460:2017 (Persyaratan Perancangan Geoteknik). Penyelidikan tanah wajib disahkan oleh Insinyur Profesional pemegang sertifikat SKA/SKK Geoteknik resmi untuk keabsahan SIMBG Dinas PUPR.

Struktur Silo & Kluster Topik

Pilar Silo: Deep Boring Mesin & SPT

Kluster 6 dari 13 Artikel

Pengeboran inti rotary drilling, pengujian penetrasi standar N-SPT ASTM D1586, dan pengambilan sampel tanah UDS. Artikel di bawah ini saling melengkapi untuk memberikan pemahaman menyeluruh seputar pilar Deep Boring Mesin & SPT:

Layanan Uji Lapangan Siaga

Butuh Penyelidikan Tanah untuk Proyek Anda?

Konsultasikan titik uji sondir CPT, boring SPT, atau uji lab bersama tim teknisi kami. Respon cepat & estimasi penawaran transparan.

Chat WA Admin

Profil Penulis & Reviewer Teknis

BA

Ir. Baskoro Adiwijaya, S.T., M.Eng., IPM.

Principal Geotechnical Engineer • 22+ Tahun Pengalaman

Verified Expert
Spesialisasi Bidang:Fondasi Gedung Bertingkat & Mitigasi Stabilitas Tanah
Sertifikasi & Afiliasi:SKA Utama Geoteknik LPJK / Anggota Ahli HATTI & PII

Praktisi dan konsultan rekayasa geoteknik dengan pengalaman lebih dari dua dekade menangani investigasi tanah gedung pencakar langit, analisis likuifaksi, dan perancangan deep foundation di berbagai wilayah seismik Indonesia.