Konsultasi Buka: 07.00 - 21.00 WIB
WA Admin
Deep Boring Mesin & SPT19 Oktober 2026•8 menit baca

Estimasi Waktu Kerja dan Biaya Pengeboran Inti Deep Boring per Meter Kedalaman

FK
Fajar Kurniawan, S.T., M.Sc., IPM.
Spesialisasi: Regulasi SIMBG & Kelaikan Dokumen Geoteknik PUPR • Civil & Structural PBG/SLF Assessor
Rangkuman Eksekutif

Memahami struktur biaya deep boring mesin membantu PPK dan konsultan menyusun RAB yang realistis tanpa mengorbankan kualitas pengawasan teknis lapangan.

Struktur Komponen Pembentuk Biaya Jasa Deep Boring Mesin

Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan penyelidikan geoteknik deep boring mesin berbeda signifikan dari uji sondir ringan. Deep boring melibatkan peralatan mekanik berat, armada truk pengangkut, pasokan air dan lumpur kontinu, konsumsi bahan bakar diesel, serta tim operasional yang terdiri dari driller bersertifikat, mekanik, asisten teknisi, dan Insinyur Geoteknik supervisi.

Komponen utama pembentuk harga penawaran deep boring:

  1. 1 Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi (Mob-Demob): Pengangkutan rig mesin bor, menara tripot pipa baja, pompa bertekanan, stang bor ratusan meter, dan logistik kru kerja menuju tapak proyek.
  2. 2 Ongkos Pengeboran per Meter Kedalaman (Meter Lari): Tarif operasional per meter kemajuan mata bor menembus formasi tanah dan batuan.
  3. 3 Biaya Pengujian In-Situ N-SPT: Tarif per satu kali siklus pemukulan standar interval 2.0 meter kedalaman.
  4. 4 Biaya Pengambilan Sampel UDS (Shelby Tube): Biaya tabung pipa baja presisi dan bahan penyegel lilin parafin per tabung.
  5. 5 Biaya Uji Laboratorium Mekanika Tanah: Pengujian sifat fisik dan mekanis sampel di laboratorium terakreditasi KAN.
  6. 6 Biaya Laporan Geoteknik Komprehensif: Analisis daya dukung fondasi, penurunan settlement, dan lembar pengesahan SKA/SKK Geoteknik.

Perbedaan Tarif Pemboran Lapisan Tanah Lunak vs Coring Batuan Keras

Biaya per meter lari pengeboran sangat dipengaruhi oleh litologi formasi geologi yang dihadapi di lapangan:

  • › Pengeboran Tanah Lunak / Pasir / Lempung (Soil Drilling): Menggunakan mata bor tipe tungsen karbida (wing bit / drag bit). Kemajuan pengeboran berlangsung relatif cepat sehingga tarif per meter lari tanah umumnya berada pada rentang yang lebih terjangkau.
  • › Pengeboran Inti Batuan Keras (Rock Core Drilling): Menggunakan mata bor intan murni (diamond core bit) dan tabung inti ganda (double tube core barrel). Keausan mata bor intan sangat tinggi, laju pemotongan berlangsung lambat dan membutuhkan pasokan air pendingin melimpah. Oleh karena itu, tarif per meter coring batuan umumnya 1.5 hingga 2.5 kali lipat lebih tinggi dibanding pemboran tanah biasa.

Tabel Rincian Estimasi Biaya Deep Boring Mesin per Komponen Pekerjaan

Komponen Uraian PekerjaanSatuan UkurPerkiraan Rentang Biaya StandarKeterangan Teknis & Lingkup Kerja
Mobilisasi & Demobilisasi Rig MesinLumpsum (LS)Sesuai zonasi jarak lokasi proyekMencakup armada truk crane, kru driller, dan perlengkapan
Pengeboran Tanah (Soil Drilling)Per meter kedalamanTarif standar per meter lariKedalaman 0 s/d batas tanah keras, termasuk casing pipa
Pengeboran Batuan (Rock Coring)Per meter kedalamanTarif khusus batuan intiTermasuk pemakaian diamond bit, pengukuran CR dan RQD
Uji N-SPT Lapangan ASTM D1586Per titik pengujianTarif per interval ujiInterval standar tiap 2.0 meter kedalaman pemboran
Pengambilan Sampel UDS ShelbyPer tabung sampelTarif per tabungTermasuk tabung Shelby baja, parafin wax, dan seal caps
Laporan Akhir & Analisis SKAPer buku dokumenPaket dokumen lengkapTermasuk borehole log, kalkulasi kapasitas tiang, & cap SKA

Produktivitas Harian Mesin Bor: Berapa Meter Kedalaman yang Ditembus per Hari?

Perencanaan jadwal proyek (time schedule) wajib mempertimbangkan laju kemajuan pengeboran nyata di lapangan:

  • › Pada Formasi Tanah Aluvial Lunak (Lempung / Lanau / Pasir): Mesin bor spindle standar mampu menyelesaikan kedalaman 10 hingga 15 meter per hari kerja (shift 8 jam).
  • › Pada Formasi Kerikil Padat atau Batuan Lapuk: Produktivitas berkurang menjadi 5 hingga 8 meter per hari.
  • › Pada Formasi Batuan Beku Keras (Andesit Segar / Granit / Basalt): Kemajuan pemotongan dengan mata bor intan berkisar antara 2 hingga 4 meter per hari.

Dengan demikian, satu titik lubang deep boring sedalam 30 meter menembus lapisan batuan umumnya membutuhkan durasi pengerjaan 3 hingga 5 hari kerja di lapangan.

Panduan Menghindari Biaya Siluman (Hidden Costs) dalam Kontrak Deep Boring

Pemilik proyek wajib memastikan klausul-klausul berikut tertuang jelas dalam surat perjanjian kontrak kerja:

  1. 1 Ketersediaan Pasokan Air Kerja: Pengeboran membutuhkan pasokan air 1.000 hingga 2.000 liter per hari. Pastikan dalam kontrak apakah air kerja disediakan oleh pihak pemilik lahan atau menjadi tanggung jawab vendor.
  2. 2 Akses Masuk dan Landasan Rig: Pastikan apakah perataan lahan miring atau pembuatan jalan akses rig (akses plat baja) sudah termasuk dalam penawaran.
  3. 3 Kriteria Penolakan Kedalaman (Standing Time): Waspadai klausul biaya menganggur (standing charges) apabila pekerjaan tertunda akibat kendala perizinan warga atau sengketa batas lahan.

Kepatuhan Standar Teknis & Legalitas PBG

Seluruh prosedur pengujian yang diulas pada artikel ini mengacu pada SNI 2827:2008 (Uji Penetrasi Konus Statis), ASTM D1586 (Standard Penetration Test), dan SNI 8460:2017 (Persyaratan Perancangan Geoteknik). Penyelidikan tanah wajib disahkan oleh Insinyur Profesional pemegang sertifikat SKA/SKK Geoteknik resmi untuk keabsahan SIMBG Dinas PUPR.

Struktur Silo & Kluster Topik

Pilar Silo: Deep Boring Mesin & SPT

Kluster 12 dari 13 Artikel

Pengeboran inti rotary drilling, pengujian penetrasi standar N-SPT ASTM D1586, dan pengambilan sampel tanah UDS. Artikel di bawah ini saling melengkapi untuk memberikan pemahaman menyeluruh seputar pilar Deep Boring Mesin & SPT:

Layanan Uji Lapangan Siaga

Butuh Penyelidikan Tanah untuk Proyek Anda?

Konsultasikan titik uji sondir CPT, boring SPT, atau uji lab bersama tim teknisi kami. Respon cepat & estimasi penawaran transparan.

Chat WA Admin

Profil Penulis & Reviewer Teknis

FK

Fajar Kurniawan, S.T., M.Sc., IPM.

Civil & Structural PBG/SLF Assessor • 15+ Tahun Pengalaman

Verified Expert
Spesialisasi Bidang:Regulasi SIMBG & Kelaikan Dokumen Geoteknik PUPR
Sertifikasi & Afiliasi:Anggota Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) / SKA Madya Gedung

Spesialis audit kepatuhan perizinan konstruksi nasional (PBG dan SLF). Berpengalaman mendampingi ratusan sidang TABG dan penyusunan dokumen penyelidikan tanah sesuai standar baku Kementerian PUPR.