Konsultasi Buka: 07.00 - 21.00 WIB
WA Admin
Kepadatan & Lapangan Jalan29 Oktober 2026•8 menit baca

Plate Bearing Test (ASTM D1194): Menentukan Modulus Reaksi Tanah Dasar (ks) Jalan Tol

RH
Rian Hidayat, S.T., M.T.
Spesialisasi: Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik • Infrastructure & Pavement Geotechnics Specialist
Rangkuman Eksekutif

Perancangan jalan tol perkerasan kaku beton bertulang (rigid pavement) mensyaratkan parameter modulus reaksi subgrade ks. Pelajari tata cara uji Plate Bearing Test.

Prinsip Pembebanan Statis Pelat Baja Lingkaran Kaku

Pada proyek pembangunan jalan tol dengan perkerasan kaku beton semen (Rigid Pavement), lantai pabrik industri berat, atau apron landasan pesawat udara bandara, parameter geoteknik yang dibutuhkan bukanlah nilai kohesi atau sudut geser dalam, melainkan Modulus Reaksi Tanah Dasar (Modulus of Subgrade Reaction / ks).

Standar ASTM D1194 dan ASTM D1196 membakukan pengujian Plate Bearing Test:

  • › Tiga susun pelat baja melingkar kaku berdiameter 30 cm, 45 cm, 60 cm, atau 75 cm bertingkat diletakkan di atas permukaan tanah dasar yang diratakan dengan pasir halus tipis.
  • › Beban statis diterapkan secara bertahap menggunakan dongkrak hidrolik berkapasitas 20 hingga 50 ton yang menahan reaksi bagian bawah rangka truk tronton atau trailer bermuatan berat.
  • › Tiga unit dial gauge defleksi berketelitian 0.01 mm yang ditopang balok referensi independen sepanjang 5 meter dipasang untuk membaca penurunan pelat baja rata-rata.

Formula Modulus Subgrade ks dan Koreksi Diameter Pelat 75 cm

Modulus reaksi tanah dasar (ks) didefinisikan sebagai perbandingan antara besarnya tegangan kontak pembebanan (p) terhadap lendutan penurunan elastis yang dihasilkan (s): ks = p / s (dalam satuan kg/cm³ atau MPa/m)

Standar perancangan perkerasan kaku AASHTO dan Bina Marga membakukan nilai k berbasis pelat standar berdiameter 75 cm (30 inci) pada penurunan lendutan standar s = 1.25 mm (0.05 inci): k75 = p / 0.125 cm

Jika pengujian di lapangan menggunakan pelat baja diameter 30 cm (k30) demi kemudahan logistik alat, nilai k30 wajib dikoreksi menuju nilai ekuivalen pelat 75 cm:

  • › Untuk Tanah Kohesif Lempung: k75 ≈ k30 / 2.2
  • › Untuk Tanah Pasir Granular: k75 ≈ k30 × [ (D75 + 0.3) / (2 × D75) ]²

Tabel Nilai Modulus Reaksi Tanah Dasar ks Berbagai Jenis Tanah Fondasi

Tipe Tanah Dasar SubgradeKonsistensi KepadatanNilai CBR Lapangan EkuivalenNilai Modulus Subgrade k75 (MPa/m)Nilai Modulus k75 (kg/cm³)
Lempung Lunak (Soft Clay)N-SPT < 4 pukulan< 3%15 – 301.5 – 3.0
Lempung Sedang (Medium Clay)N-SPT 4 – 8 pukulan3% – 5%30 – 553.0 – 5.5
Lempung Kaku / Lanau PadatN-SPT 8 – 15 pukulan5% – 8%55 – 805.5 – 8.0
Pasir Sedang / Pasir KerikilanKepadatan sedang8% – 15%80 – 1208.0 – 12.0
Lapis Pondasi Agregat Kelas A PadatKepadatan > 100% Modified> 50%120 – 200+12.0 – 20.0+

Penerapan Nilai ks pada Desain Rigid Pavement Jalan Tol

Dalam persamaan Westergaard untuk perkerasan beton kaku:

  • › Nilai ks menentukan jari-jari kekakuan relatif (Radius of Relative Stiffness / l) dari pelat beton jalan tol.
  • › Semakin tinggi nilai ks tanah dasar subgrade, semakin kecil momen lentur maksimum yang terjadi di bawah roda truk gandar terberat, sehingga ketebalan pelat beton perkerasan kaku dapat dioptimalkan tanpa risiko retak patah lelah (fatigue cracking).

Kepatuhan Standar Teknis & Legalitas PBG

Seluruh prosedur pengujian yang diulas pada artikel ini mengacu pada SNI 2827:2008 (Uji Penetrasi Konus Statis), ASTM D1586 (Standard Penetration Test), dan SNI 8460:2017 (Persyaratan Perancangan Geoteknik). Penyelidikan tanah wajib disahkan oleh Insinyur Profesional pemegang sertifikat SKA/SKK Geoteknik resmi untuk keabsahan SIMBG Dinas PUPR.

Struktur Silo & Kluster Topik

Pilar Silo: Kepadatan & Lapangan Jalan

Kluster 3 dari 13 Artikel

Uji kepadatan Sand Cone ASTM D1556, uji CBR Lapangan/Lab, Plate Bearing Test perkerasan kaku, dan DCP penetrometer. Artikel di bawah ini saling melengkapi untuk memberikan pemahaman menyeluruh seputar pilar Kepadatan & Lapangan Jalan:

Layanan Uji Lapangan Siaga

Butuh Penyelidikan Tanah untuk Proyek Anda?

Konsultasikan titik uji sondir CPT, boring SPT, atau uji lab bersama tim teknisi kami. Respon cepat & estimasi penawaran transparan.

Chat WA Admin

Profil Penulis & Reviewer Teknis

RH

Rian Hidayat, S.T., M.T.

Infrastructure & Pavement Geotechnics Specialist • 14+ Tahun Pengalaman

Verified Expert
Spesialisasi Bidang:Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik
Sertifikasi & Afiliasi:Spesialis Geoteknik Transportasi Bina Marga / Ahli Geofisika Lapangan

Insinyur geoteknik perkerasan jalan dan infrastruktur perhubungan. Berpengalaman dalam pengujian daya dukung subgrade (CBR, Sand Cone, Plate Bearing Test) serta pemetaan akuifer air tanah dan bidang gelincir geolistrik.

Artikel Terkait Lainnya

Lihat Semua Artikel →

Uji Kepadatan Lapangan dengan Sand Cone ASTM D1556: Prosedur dan Perhitungan

Metode uji kepadatan lapangan Sand Cone Test ASTM D1556: kalibrasi pasir Ottawa gradasi seragam, rumus berat isi kering gamma-d, derajat kepadatan relatif RC, dan toleransi Spesifikasi Bina Marga.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Uji California Bearing Ratio (CBR) Lapangan vs CBR Laboratorium: Kapan Digunakan?

Panduan pemilihan parameter daya dukung subgrade: perbandingan metode CBR laboratorium rendaman 4 hari (4-day soaked CBR ASTM D1883) vs CBR lapangan in-situ ASTM D4429 dengan truk reaksi beban.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP): Cara Cepat Menilai Kekuatan Tanah Tanpa Alat Berat

Metode uji penetrometer konus dinamis DCP ASTM D6951: mekanisme palu 8 kg jatuh bebas 575 mm, parameter penetrasi DPI mm/ketukan, korelasi nilai CBR lapangan, dan pemetaan subgrade jalan.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik