Konsultasi Buka: 07.00 - 21.00 WIB
WA Admin
Kepadatan & Lapangan Jalan23 Oktober 2026•8 menit baca

Uji Permeabilitas In-Situ Menggunakan Guelph Permeameter untuk Kolam Retensi

DK
Dr. Ir. Dian Kusumaningrum, M.T.
Spesialisasi: Uji Lab Mekanika Tanah & Perilaku Lempung Ekspansif • Soil Mechanics Laboratory Director
Rangkuman Eksekutif

Izin PBG kawasan industri dan perumahan mewajibkan perhitungan kolam retensi dan sumur resapan berbasis data infiltrasi tanah riil. Simak tata cara pengujiannya.

Kewajiban Regulasi Penyediaan Kolam Retensi dan Sumur Resapan

Pembangunan kawasan perumahan skala besar, pergudangan, pabrik, dan gedung komersial mengubah permukaan tanah alami yang semula porus menyerap air hujan menjadi hamparan permukaan kedap air (seperti atap seng, jalan aspal, dan pelat beton perkerasan). Hal ini memicu lonjakan koefisien limpasan air permukaan (runoff coefficient C) yang melipatgandakan debit banjir menuju saluran drainase lingkungan kota.

Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021 dan Permen PUPR No. 11/PRT/M/2014 mewajibkan setiap pengembang membangun sistem Zero Run-Off:

  • › Menyediakan Kolam Retensi / Detensi (Retention/Detention Pond) dan Sumur Resapan Dalam.
  • › Desain kapasitas dan kecepatan resapan air wajib didasarkan pada data pengujian Laju Infiltrasi Lapangan In-Situ.

Pengujian Infiltrasi Lapangan: Guelph Permeameter vs Double Ring Infiltrometer

Laboratorium dan surveyor hidrologi geoteknik menggunakan dua instrumen utama:

  1. 1 Double Ring Infiltrometer (ASTM D3385): Dua cincin baja silinder konsentris (diameter cincin dalam 30 cm, cincin luar 60 cm) ditancapkan ke permukaan tanah sedalam 5-10 cm. Air dituangkan ke kedua cincin, dan penurunan muka air cincin dalam dicatat berkala. Cincin luar bertindak sebagai penyangga hidrolik agar rembesan air dari cincin dalam mengalir murni secara vertikal satu dimensi.
  2. 2 Guelph Permeameter (ASTM D5126): Instrumen sumur resapan mini presisi berbasis prinsip botol Mariotte. Mampu mengukur Konduktivitas Hidrolik Jenuh Lapangan (Field Saturated Hydraulic Conductivity / Kfs) pada kedalaman lubang sumur uji tertentu (misalnya kedalaman 1 hingga 3 meter) dengan cepat dan konsumsi air yang sangat hemat.

Tabel Laju Infiltrasi Tanah Tipikal dan Rekomendasi Luas Kolam

Tipe Tanah DasarLaju Infiltrasi Rata-Rata (mm/jam)Koefisien Permeabilitas Kfs (cm/detik)Kesesuaian untuk Sumur Resapan / Kolam
Pasir Kasar / Kerikil Bersih> 120 mm/jam> 3.0 × 10⁻³Sangat Istimewa (Air meresap instan)
Pasir Halus / Lanau Berpasir30 – 120 mm/jam8.0 × 10⁻⁴ – 3.0 × 10⁻³Baik (Ideal untuk kolam retensi infiltrasi)
Lanau Lempungan Berbutir Sedang10 – 30 mm/jam2.5 × 10⁻⁴ – 8.0 × 10⁻⁴Sedang (Membutuhkan bidang resapan luas)
Lempung Kaku Kurang Porus2.5 – 10 mm/jam6.0 × 10⁻⁵ – 2.5 × 10⁻⁴Buruk (Air menggenang lama)
Lempung Berat Homogen (CH)< 2.5 mm/jam< 6.0 × 10⁻⁵TIDAK LAYAK RESAPAN (Wajib kolam tampung pompa)

Perhitungan Waktu Pengosongan Kolam Retensi (Drain-Down Time)

Standar perancangan drainase perkotaan menetapkan bahwa seluruh volume air banjir yang tertampung di dalam kolam retensi infiltrasi wajib habis meresap ke dalam bumi dalam waktu Waktu Pengosongan Maksimal 48 hingga 72 jam (Drain-Down Time ≤ 48 jam):

  • › Jika waktu pengosongan melampaui 72 jam, kolam retensi akan berubah menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk malaria/DBD serta tidak siap menampung debit hujan badai berikutnya.
  • › Data Kfs hasil uji Guelph permeameter menjadi variabel penentu dalam menentukan luas penampang dasar kolam resapan yang dibutuhkan.

Kepatuhan Standar Teknis & Legalitas PBG

Seluruh prosedur pengujian yang diulas pada artikel ini mengacu pada SNI 2827:2008 (Uji Penetrasi Konus Statis), ASTM D1586 (Standard Penetration Test), dan SNI 8460:2017 (Persyaratan Perancangan Geoteknik). Penyelidikan tanah wajib disahkan oleh Insinyur Profesional pemegang sertifikat SKA/SKK Geoteknik resmi untuk keabsahan SIMBG Dinas PUPR.

Struktur Silo & Kluster Topik

Pilar Silo: Kepadatan & Lapangan Jalan

Kluster 9 dari 13 Artikel

Uji kepadatan Sand Cone ASTM D1556, uji CBR Lapangan/Lab, Plate Bearing Test perkerasan kaku, dan DCP penetrometer. Artikel di bawah ini saling melengkapi untuk memberikan pemahaman menyeluruh seputar pilar Kepadatan & Lapangan Jalan:

Layanan Uji Lapangan Siaga

Butuh Penyelidikan Tanah untuk Proyek Anda?

Konsultasikan titik uji sondir CPT, boring SPT, atau uji lab bersama tim teknisi kami. Respon cepat & estimasi penawaran transparan.

Chat WA Admin

Profil Penulis & Reviewer Teknis

DK

Dr. Ir. Dian Kusumaningrum, M.T.

Soil Mechanics Laboratory Director • 18+ Tahun Pengalaman

Verified Expert
Spesialisasi Bidang:Uji Lab Mekanika Tanah & Perilaku Lempung Ekspansif
Sertifikasi & Afiliasi:Doktor Mekanika Tanah / Asesor Laboratorium KAN ISO 17025

Peneliti dan kepala laboratorium mekanika tanah bersertifikasi ISO 17025. Berfokus pada pengujian triaxial dinamis, swelling lempung ekspansif, konsolidasi tanah lunak, dan stabilisasi kimiawi tanah bermasalah.

Artikel Terkait Lainnya

Lihat Semua Artikel →

Uji Kepadatan Lapangan dengan Sand Cone ASTM D1556: Prosedur dan Perhitungan

Metode uji kepadatan lapangan Sand Cone Test ASTM D1556: kalibrasi pasir Ottawa gradasi seragam, rumus berat isi kering gamma-d, derajat kepadatan relatif RC, dan toleransi Spesifikasi Bina Marga.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Uji California Bearing Ratio (CBR) Lapangan vs CBR Laboratorium: Kapan Digunakan?

Panduan pemilihan parameter daya dukung subgrade: perbandingan metode CBR laboratorium rendaman 4 hari (4-day soaked CBR ASTM D1883) vs CBR lapangan in-situ ASTM D4429 dengan truk reaksi beban.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Plate Bearing Test (ASTM D1194): Menentukan Modulus Reaksi Tanah Dasar (ks) Jalan Tol

Metodologi uji pembebanan pelat baja kaku ASTM D1194/D1196: kurva beban-penurunan, rumus modulus reaksi subgrade ks = p/s, koreksi diameter pelat 30 cm ke 75 cm, dan desain rigid pavement jalan tol.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik