Konsultasi Buka: 07.00 - 21.00 WIB
WA Admin
Kepadatan & Lapangan Jalan30 Oktober 2026•8 menit baca

Uji California Bearing Ratio (CBR) Lapangan vs CBR Laboratorium: Kapan Digunakan?

RH
Rian Hidayat, S.T., M.T.
Spesialisasi: Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik • Infrastructure & Pavement Geotechnics Specialist
Rangkuman Eksekutif

Angka CBR tanah menentukan tebal lapisan aspal jalan raya bernilai miliaran rupiah. Ketahui kapan harus menggunakan CBR laboratorium rendaman vs CBR in-situ lapangan.

Konsep California Bearing Ratio (CBR)

California Bearing Ratio (CBR) dikembangkan oleh California Division of Highways pada tahun 1928 untuk menilai kekuatan relatif lapisan tanah dasar (subgrade) dan lapis pondasi jalan raya.

Nilai CBR (%) didefinisikan sebagai rasio perbandingan antara gaya penetrasi yang dibutuhkan untuk menekan piston silinder baja standar (penampang 19.35 cm² / 3 inci persegi) menembus tanah pada kecepatan penetrasi 1.27 mm/menit terhadap gaya penetrasi standar pada batu pecah hancur bermutu tinggi di California:

  • › Beban standar pada penetrasi 2.54 mm (0.1 inci) adalah 13.24 kN (3.000 pon ≈ 70.3 kg/cm²).
  • › Beban standar pada penetrasi 5.08 mm (0.2 inci) adalah 19.96 kN (4.500 pon ≈ 105.5 kg/cm²).

Rumus Nilai CBR: CBR = (Beban Uji Terukur / Beban Standar) × 100%

Uji CBR Laboratorium Rendaman (4-Day Soaked CBR ASTM D1883)

Uji CBR laboratorium menguji sampel tanah yang dipadatkan di dalam silinder cetakan logam:

  • › Kondisi Rendaman Air (Soaked Condition): Sampel tanah yang telah dipadatkan pada kadar air optimum (OMC) ditenggelamkan ke dalam bak air selama 96 jam (4 hari) penuh dengan diberi beban keping pemberat (surcharge weights minimal 4.5 kg) untuk mensimulasikan berat lapisan perkerasan aspal di atasnya.
  • › Tujuan Perendaman: Mensimulasikan kondisi terburuk (worst-case scenario) saat musim hujan ekstrem di mana lapisan tanah dasar jalan mengalami penjenuhan air total. Pengujian ini juga mengukur persentase pemuaian volumetrik tanah (swelling percentage).

Uji CBR Lapangan In-Situ (ASTM D4429)

Uji CBR Lapangan dilakukan langsung di atas permukaan subgrade atau timbunan tanah yang sudah dipadatkan di proyek:

  • › Menggunakan dongkrak mekanis berpenunjuk beban (proving ring) yang dipasang vertikal di bawah gardan truk bermuatan agregat berat (sebagai beban counterweight penahan reaksi).
  • › Piston ditekan masuk langsung ke dalam tanah asli lapangan.
  • › Nilai CBR Lapangan mencerminkan kekuatan daya dukung tanah saat itu juga pada kadar air nyata di lapangan. Jika diuji saat musim kemarau saat tanah mengering keras, nilai CBR lapangan bisa sangat tinggi (misal 15%), namun nilai tersebut akan anjlok drastis menjadi hanya 3% saat musim hujan tiba.

Tabel Komparasi Teknis CBR Lapangan vs CBR Laboratorium Rendaman

Aspek KarakteristikUji CBR Laboratorium (Soaked 4 Hari)Uji CBR Lapangan In-Situ (ASTM D4429)
Kondisi Kadar Air Benda UjiJenuh air ekstrem (Worst-case)Kadar air in-situ saat pengujian
Tujuan Utama PenggunaanPerancangan tebal perkerasan jalan baruKendali mutu kelaikan sebelum gelar agregat
Potensi Nilai yang DihasilkanLebih rendah dan konservatif amanCenderung lebih tinggi (bila tanah kering)
Pengukuran Pemuaian (Swelling)Ya, terukur dengan dial gauge swellTidak dapat mengukur potensi swelling
Persyaratan Dokumen Bina MargaWAJIB untuk Dokumen Desain Teknis (DED)Diterima sebagai verifikasi mutu lapangan

Hubungan Nilai CBR Subgrade dengan Desain Tebal Perkerasan Jalan

Dalam pedoman Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ 2017) Kementerian PUPR:

  • › Tanah dasar dengan nilai CBR < 2.5% dinyatakan tidak layak menopang perkerasan jalan tol, dan wajib dilakukan perbaikan tanah (soil stabilization atau capping layer).
  • › Nilai CBR desain standar berkisar antara 6% hingga 10%. Semakin tinggi nilai CBR subgrade, semakin tipis ketebalan lapis pondasi agregat dan aspal yang dibutuhkan, menghemat anggaran proyek hingga miliaran rupiah per kilometer jalan.

Kepatuhan Standar Teknis & Legalitas PBG

Seluruh prosedur pengujian yang diulas pada artikel ini mengacu pada SNI 2827:2008 (Uji Penetrasi Konus Statis), ASTM D1586 (Standard Penetration Test), dan SNI 8460:2017 (Persyaratan Perancangan Geoteknik). Penyelidikan tanah wajib disahkan oleh Insinyur Profesional pemegang sertifikat SKA/SKK Geoteknik resmi untuk keabsahan SIMBG Dinas PUPR.

Struktur Silo & Kluster Topik

Pilar Silo: Kepadatan & Lapangan Jalan

Kluster 2 dari 13 Artikel

Uji kepadatan Sand Cone ASTM D1556, uji CBR Lapangan/Lab, Plate Bearing Test perkerasan kaku, dan DCP penetrometer. Artikel di bawah ini saling melengkapi untuk memberikan pemahaman menyeluruh seputar pilar Kepadatan & Lapangan Jalan:

Layanan Uji Lapangan Siaga

Butuh Penyelidikan Tanah untuk Proyek Anda?

Konsultasikan titik uji sondir CPT, boring SPT, atau uji lab bersama tim teknisi kami. Respon cepat & estimasi penawaran transparan.

Chat WA Admin

Profil Penulis & Reviewer Teknis

RH

Rian Hidayat, S.T., M.T.

Infrastructure & Pavement Geotechnics Specialist • 14+ Tahun Pengalaman

Verified Expert
Spesialisasi Bidang:Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik
Sertifikasi & Afiliasi:Spesialis Geoteknik Transportasi Bina Marga / Ahli Geofisika Lapangan

Insinyur geoteknik perkerasan jalan dan infrastruktur perhubungan. Berpengalaman dalam pengujian daya dukung subgrade (CBR, Sand Cone, Plate Bearing Test) serta pemetaan akuifer air tanah dan bidang gelincir geolistrik.

Artikel Terkait Lainnya

Lihat Semua Artikel →

Uji Kepadatan Lapangan dengan Sand Cone ASTM D1556: Prosedur dan Perhitungan

Metode uji kepadatan lapangan Sand Cone Test ASTM D1556: kalibrasi pasir Ottawa gradasi seragam, rumus berat isi kering gamma-d, derajat kepadatan relatif RC, dan toleransi Spesifikasi Bina Marga.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Plate Bearing Test (ASTM D1194): Menentukan Modulus Reaksi Tanah Dasar (ks) Jalan Tol

Metodologi uji pembebanan pelat baja kaku ASTM D1194/D1196: kurva beban-penurunan, rumus modulus reaksi subgrade ks = p/s, koreksi diameter pelat 30 cm ke 75 cm, dan desain rigid pavement jalan tol.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP): Cara Cepat Menilai Kekuatan Tanah Tanpa Alat Berat

Metode uji penetrometer konus dinamis DCP ASTM D6951: mekanisme palu 8 kg jatuh bebas 575 mm, parameter penetrasi DPI mm/ketukan, korelasi nilai CBR lapangan, dan pemetaan subgrade jalan.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik