Konsultasi Buka: 07.00 - 21.00 WIB
WA Admin
Kepadatan & Lapangan Jalan26 Oktober 2026•8 menit baca

Pengujian Kepadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan B untuk Jalan Tol Bina Marga

RH
Rian Hidayat, S.T., M.T.
Spesialisasi: Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik • Infrastructure & Pavement Geotechnics Specialist
Rangkuman Eksekutif

Lapis fondasi agregat adalah pondasi utama penahan beban aspal jalan tol. Simak parameter mutu agregat Kelas A dan B serta metode pengujian kepadatannya.

Peran Struktural Lapis Pondasi Atas (LPA) dan Lapis Pondasi Bawah (LPB)

Dalam struktur perkerasan lentur (flexible pavement) jalan raya, beban roda kendaraan diteruskan dari lapisan aspal (surface course) menuju tanah dasar (subgrade) melalui sistem lapis pondasi berbutir (granular base courses):

  • › Lapis Pondasi Atas (LPA - Agregat Kelas A): Berada tepat di bawah lapisan aspal binder (AC-BC). Bertindak sebagai elemen penyebar beban utama dengan nilai modulus kekakuan elastis yang sangat tinggi.
  • › Lapis Pondasi Bawah (LPB - Agregat Kelas B): Berada di antara Agregat Kelas A dan lapisan tanah dasar subgrade. Berfungsi sebagai lapisan peredam deformasi, penyaring partikel halus, dan lapisan pemutus kapilaritas air bawah tanah.

Syarat Gradasi dan Ketahanan Aus Abrasi Los Angeles (LA Abrasion)

Spesifikasi Umum Bina Marga 2020 (Divisi 5) menetapkan standar kualitas agregat yang sangat ketat:

  1. 1 Ketahanan Aus Butiran (Abrasion Loss ASTM C131): Pengujian keausan agregat menggunakan mesin silinder putar bola baja Los Angeles Abrasion Machine. Nilai keausan Agregat Kelas A disyaratkan maksimal 30% hingga 40%, menjamin butiran batu pecah tidak remuk hancur saat digilas roller pemadat atau menerima beban gandar dinamis truk tronton.
  2. 2 Bidang Pecah Partikel Kasar (Crushed Angular Faces): Minimal 95% butiran Agregat Kelas A wajib memiliki minimal satu bidang pecah bersudut tajam (hasil pemecahan mesin stone crusher), mengeliminasi kerikil bulat sungai licin yang tidak memiliki kekuatan interlocking saling mengunci.
  3. 3 Batas Plastisitas Abu Batu (Fines Plasticity): Fraksi lolos ayakan No. 40 wajib bersifat Non-Plastis (PI = 0 atau maksimal PI < 4) untuk mencegah pelunakan lapis pondasi saat jenuh air.

Tabel Syarat Mutu Agregat Kelas A dan B Menurut Spesifikasi Bina Marga

Parameter Spesifikasi PengujianAgregat Kelas A (Lapis Pondasi Atas)Agregat Kelas B (Lapis Pondasi Bawah)Metode Pengujian Standar
Nilai CBR Laboratorium RendamanWajib Minimal 90% (Soaked)Wajib Minimal 60% (Soaked)ASTM D1883 / SNI 1744:2012
Keausan Agregat Mesin Los AngelesMaksimal 30% – 40%Maksimal 40%SNI 2417:2008 / ASTM C131
Batas Cair (Liquid Limit / LL)Maksimal 25%Maksimal 35%SNI 1967:2008
Indeks Plastisitas (PI)Maksimal 4% (Lebih disukai NP)Maksimal 4% s/d 10%SNI 1966:2008
Gumpalan Lempung & Butir Mudah PecahMaksimal 1.0%Maksimal 1.0%SNI 03-4141-1996
Syarat Derajat Kepadatan LapanganWajib 100% Modified ProctorWajib 100% Modified ProctorSand Cone ASTM D1556

Pengujian Kepadatan Sand Cone Lubang Besar untuk Agregat Kasar

Karena ukuran butir maksimum Agregat Kelas A mencapai 37.5 mm (1.5 inci):

  • › Pengujian sand cone konvensional menggunakan corong standar 6.5 inci seringkali menghasilkan data bias jika ada bongkahan batu besar di tepi lubang.
  • › Standar Bina Marga merekomendasikan penggunaan Alat Sand Cone Lubang Besar (Large Sand Cone Apparatus diameter corong 12 inci / 30 cm) untuk menguji volume galian agregat yang lebih representatif (kedalaman lubang 20 hingga 25 cm).

Kepatuhan Standar Teknis & Legalitas PBG

Seluruh prosedur pengujian yang diulas pada artikel ini mengacu pada SNI 2827:2008 (Uji Penetrasi Konus Statis), ASTM D1586 (Standard Penetration Test), dan SNI 8460:2017 (Persyaratan Perancangan Geoteknik). Penyelidikan tanah wajib disahkan oleh Insinyur Profesional pemegang sertifikat SKA/SKK Geoteknik resmi untuk keabsahan SIMBG Dinas PUPR.

Struktur Silo & Kluster Topik

Pilar Silo: Kepadatan & Lapangan Jalan

Kluster 6 dari 13 Artikel

Uji kepadatan Sand Cone ASTM D1556, uji CBR Lapangan/Lab, Plate Bearing Test perkerasan kaku, dan DCP penetrometer. Artikel di bawah ini saling melengkapi untuk memberikan pemahaman menyeluruh seputar pilar Kepadatan & Lapangan Jalan:

Layanan Uji Lapangan Siaga

Butuh Penyelidikan Tanah untuk Proyek Anda?

Konsultasikan titik uji sondir CPT, boring SPT, atau uji lab bersama tim teknisi kami. Respon cepat & estimasi penawaran transparan.

Chat WA Admin

Profil Penulis & Reviewer Teknis

RH

Rian Hidayat, S.T., M.T.

Infrastructure & Pavement Geotechnics Specialist • 14+ Tahun Pengalaman

Verified Expert
Spesialisasi Bidang:Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik
Sertifikasi & Afiliasi:Spesialis Geoteknik Transportasi Bina Marga / Ahli Geofisika Lapangan

Insinyur geoteknik perkerasan jalan dan infrastruktur perhubungan. Berpengalaman dalam pengujian daya dukung subgrade (CBR, Sand Cone, Plate Bearing Test) serta pemetaan akuifer air tanah dan bidang gelincir geolistrik.

Artikel Terkait Lainnya

Lihat Semua Artikel →

Uji Kepadatan Lapangan dengan Sand Cone ASTM D1556: Prosedur dan Perhitungan

Metode uji kepadatan lapangan Sand Cone Test ASTM D1556: kalibrasi pasir Ottawa gradasi seragam, rumus berat isi kering gamma-d, derajat kepadatan relatif RC, dan toleransi Spesifikasi Bina Marga.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Uji California Bearing Ratio (CBR) Lapangan vs CBR Laboratorium: Kapan Digunakan?

Panduan pemilihan parameter daya dukung subgrade: perbandingan metode CBR laboratorium rendaman 4 hari (4-day soaked CBR ASTM D1883) vs CBR lapangan in-situ ASTM D4429 dengan truk reaksi beban.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik

Plate Bearing Test (ASTM D1194): Menentukan Modulus Reaksi Tanah Dasar (ks) Jalan Tol

Metodologi uji pembebanan pelat baja kaku ASTM D1194/D1196: kurva beban-penurunan, rumus modulus reaksi subgrade ks = p/s, koreksi diameter pelat 30 cm ke 75 cm, dan desain rigid pavement jalan tol.

Rian Hidayat, M.T.
Uji Kepadatan Subgrade, CBR, Plate Bearing & Survei Geolistrik